Aku menulis ini untuk kalian,,
Aku menulis ini untuk kalian,
entah kalian nomor berapa aku lupa. Tapi kalian pernah bermain denganku. Ya,
pemainan yang kalian ciptakan sendiri lantas kalian mainkan dengan lihai sampai
kalian terjerembab dengan penolakan.
Lalu. Awal aku merasakan legitnya
mawar yang menggeliat di lidahku. Aku tau mawar itu tidak pahit. Awalnya memang
kucampur dengan aroma melati, inginku ada sekutu merah dari mawar dan putih
dari melati, tapi tidak dengan kalian. Kalian sendiri yang merebus melati itu
sampai menghitam lalu mencampurnya. Hitam,,, tak sempurna warna yang kalian
hasilkan.
Aku sama sekali tak pernah
mengundang kalian masuk di hidupku. Sama sekali. Kalian sendiri yang membawa
nampan sajen untukku. Harapan kalian tentu sajen iku kuterima dan aku menggamit
pinggang kalian lalu pasrah kucicipi setiap lekuk tubuh kalian. Ih,,jijik!!!
Picik!!!
Tarik. Ulur. Tarik ulur. Saat ada
gadis lain,, kalian bermain denganku. Kalian mengulur-ulur-ulur-
saat aku melepasssss... . . . . .
TARIK!!!!!!
Oh begini. Aku tahu. Tahu. Aku
faham permainan ini. Bagaimana jika diselesaikan di sini saja!!
Coba sekarang kalian menarikku!!!
Tarik aku sampai dekapan!!
tarik aku sampai daguku menempel!
TARIK!!!
TANGANKU MENAMPARMU DAN
MELEPASKU.
Tak lupa.
AKU MENDORONGMU! Sampai uluran
terakhir dan terakhir kamu rasakan.
Balas dendam???? Oh tidak!!!
Hanya pelajaran.
Oh,, aku terlalu menyayangi
jiwa-jiwa yang menyayangimu. Itu hanya sebagian kecil hukuman dari gadis yang
tak pernah melihat cacat kalian. Hey,,, arum wajahmu,, ah,,, kalian terlalu
menggodaku.
-06 juli 2013-
20.50