Buk, aku berjalan menggenggam
jemarimu yang tak lagi hangat. Meraba kulitmu yang tak lagi mengerat. Kusela
jarimu yang tak lagi mengikatku. Kulitmu pekat. Tak lagi menggoda kau, Buk.
Buk, bajumu lusuh. Terlalu terang
pakaian yang kau sandang. Kulitmu tertarik gravitasi bumi. Hahaha Buk Buk.
Seranggapun tak mau menyentuh pipimu yang kurasa itu tulang-bukan daging-
Buk, jalanmu gontai, arai.
Kura-kura mengejar dengan tidurpun masih bisa menancap di garis kemenangan.
Sedangkan kau?? Ah kau Buk. Tertidur saja berbantal kutu yang menghisap otakmu.
Tapi, Buk
Penggal saja bawah daguku sampai
rusukku. Teruskan sampai lututku! Nyawaku ada di jemarimu yang kaku! Kuliti
saja nafasku yang merambah, menyeret kematian untukmu. Telangkup tanganku
memintamu tuk membunuhku.
Penyair sadismu diciumi
serigala-yang katanya lagi kasmaran-. Maka bunuh aku dalam kasmarannya sebelum
ku bunuhku. Buk, kulitmu yang menganga, menggodaku untuk menciumi kakimu.
Kulitmu menundukkanku dan menitipkan nyawa di jemarimu.
Nyawaku ada di Ibuk!!!jangan
dikembalikan!!!tetapkan digenggamanmu!!! Aku tak kan pernah memintanya Buk!
Sudah kupintal kematianku sendiri, jadi tak usah keringatmu menyungai, menetesi
jasadku. Karena nafasku kan bosan sendiri menyatu dengan ruhku. Beberapa
kedipan setelah itu, ruh ku tak tahan dengan bakung yang menyeruak bu,,
Buk, anakmu mengigau. . . Buk,
rajai tubuhku Buk. Buk, kematian tersenyum ke arahku!!! Buk, dalam satu kedipan
kematian menyelinap bersama ruhmu Buk. Melambaikan tangan ke arahku Buk. Buk,
aku menggigil di dekati serigala. Semakin terpuruk dan tertunduk mendapat
senyum dari kematian.
Buk, aku ketakutan Buk. Lihat raut
wajahku yang mengendus ruhmu. Sebenarnya tanyaku meminta nyawa yang kau rawat
Buk. Tapi percaya, sudah tertambat nyawaku untuk mempercayaimu.
Buk, biar aku dulu yang membukakan
pintu surga untukmu. Biar Tuhan tau, aku adalah anak dari pemilik kulit yang
lusuh. Dan biar Tuhan tahu, serigala itu bersekongkol dengan kematian untuk
menyeretku dari rambut yang dijambaknya sampai memutih ujung kakiku.
Buk, acuhkan jasadku dan aku kan memangkumu
di surga nanti. Buk, aku teramat menyayangimu.
Buk,,, dingin sudah Buk -_-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar