Selasa, 04 Juni 2013

Buk:)



Buk, aku berjalan menggenggam jemarimu yang tak lagi hangat. Meraba kulitmu yang tak lagi mengerat. Kusela jarimu yang tak lagi mengikatku. Kulitmu pekat. Tak lagi menggoda kau, Buk.
Buk, bajumu lusuh. Terlalu terang pakaian yang kau sandang. Kulitmu tertarik gravitasi bumi. Hahaha Buk Buk. Seranggapun tak mau menyentuh pipimu yang kurasa itu tulang-bukan daging-
Buk, jalanmu gontai, arai. Kura-kura mengejar dengan tidurpun masih bisa menancap di garis kemenangan. Sedangkan kau?? Ah kau Buk. Tertidur saja berbantal kutu yang menghisap otakmu.
Tapi, Buk
Penggal saja bawah daguku sampai rusukku. Teruskan sampai lututku! Nyawaku ada di jemarimu yang kaku! Kuliti saja nafasku yang merambah, menyeret kematian untukmu. Telangkup tanganku memintamu tuk membunuhku.
Penyair sadismu diciumi serigala-yang katanya lagi kasmaran-. Maka bunuh aku dalam kasmarannya sebelum ku bunuhku. Buk, kulitmu yang menganga, menggodaku untuk menciumi kakimu. Kulitmu menundukkanku dan menitipkan nyawa di jemarimu.
Nyawaku ada di Ibuk!!!jangan dikembalikan!!!tetapkan digenggamanmu!!! Aku tak kan pernah memintanya Buk! Sudah kupintal kematianku sendiri, jadi tak usah keringatmu menyungai, menetesi jasadku. Karena nafasku kan bosan sendiri menyatu dengan ruhku. Beberapa kedipan setelah itu, ruh ku tak tahan dengan bakung yang menyeruak bu,,
Buk, anakmu mengigau. . . Buk, rajai tubuhku Buk. Buk, kematian tersenyum ke arahku!!! Buk, dalam satu kedipan kematian menyelinap bersama ruhmu Buk. Melambaikan tangan ke arahku Buk. Buk, aku menggigil di dekati serigala. Semakin terpuruk dan tertunduk mendapat senyum dari kematian.
Buk, aku ketakutan Buk. Lihat raut wajahku yang mengendus ruhmu. Sebenarnya tanyaku meminta nyawa yang kau rawat Buk. Tapi percaya, sudah tertambat nyawaku untuk mempercayaimu.
Buk, biar aku dulu yang membukakan pintu surga untukmu. Biar Tuhan tau, aku adalah anak dari pemilik kulit yang lusuh. Dan biar Tuhan tahu, serigala itu bersekongkol dengan kematian untuk menyeretku dari rambut yang dijambaknya sampai memutih ujung kakiku.
Buk, acuhkan jasadku dan aku kan memangkumu di surga nanti. Buk, aku teramat menyayangimu.
Buk,,, dingin sudah Buk -_- 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar